Selasa, 21 Juli 2020

SALING MENASEHATI DAN BERBUAT BAIK







ASBABUN NUZUL
Siapa umat Islam yang tidak tahu seorang pria bernama Luqman? Pastinya semua umat Islam tahu. Ya, Luqman adalah seorang pria yang namanya diabadikan oleh Allah dalam al-Qur’an. Tepatnya dalam surat ke 31, Surat Luqman. Banyak ulama yang meriwayatkan tentang dirinya. Ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa dia seorang nabi (tetapi bukan rasul), sehingga memanggilnya dengan Luqman a.s. (‘alaihissalam). Namun, ada juga yang mengatakan bahwa Luqman adalah seorang penggembala, yang Allah karuniakan kepadanya akhlaq dan kebaikan hati sehingga namanya harum dalam al-Qur’an. Pendapat yang paling banyak diterima adalah yang kedua, yaitu Luqman adalah seorang manusia dapata, bukan nabi atau rasul, tetapi memiliki hati dan akhlaq yang baik.
Diriwayatkan, Luqman adalah seorang penggembala yang hidup selama 1000 tahun. Sehingga konon dia masih menjumpai masa di mana Nabi Daud a.s. berkuasa. Luqman sendiri diriwayatkan masih sedarah dengan Nabi Ayub a.s. dari keturunan Nabi Ibrahim a.s. Wallahu’alam bisshawab. Siapa pun Luqman, kita percaya bahwa ketika Allah mengharumkan nama dan nasehatnya dalam al-Qur’an, dia adalah seorang alim yang akhlaknya sungguh baik dan luar biasa.
Suatu hari, Luqman beserta anak lelakinya dalam perjalanan menuju ke kota. Luqman menaiki keledainya, sedang si anak berjalan di sebelahnya. Orang-orang memperbincangkannya, bagaimana bisa seorang ayah tega naik keledai, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan. Lalu setelah mendengarnya, Luqman turun dan menaikkan anaknya ke keledai, sedangkan dia berjalan di sebelahnya. Namun, orang-orang yang melihat kembali memperbincangkan mereka, bagaimana bisa seorang anak tega membiarkan ayahnya yang telah renta berjalan, sedangkan dia naik keledainya. Lalu, setelah mendengarnya, Luqman ikut naik ke atas keledai bersama anaknya, namun lagi-lagi orang memperbincangkan mereka.
Orang-orang berkata, bagaimana bisa ada ayah dan anak yang tega menaiki keledai kecil sekaligus, kasihan sekali keledainya. Luqman yang mendengar perbincangan tersebut lalu mengajak anaknya turun dan mereka berjalan di sebelah keledainya. Namun, lagi-lagi orang kembali memperbincangkan mereka. Bagaimana ada seorang ayah dan anak bodoh yang berjalan kaki begitu saja, sedangkan mereka memiliki keledai yang bisa dinaiki. Luqman kemudian diam saja sampai di kota.
Sesampainya di kota, Luqman mendudukkan anak lelakinya dan memberinya nasehat. Bahwasanya, apapun perkataan manusia adalah perkataan semata. Kita tak perlu memusingkan apa perkataan mereka, karena kebenaran hanyalah milik Allah semata. Di antara nasehat yang disampaikan Luqman kepada putranya adalah (a) jangan sekali-kali
menyekutukan Allah sebab perbuatan syirik merupakan dosa besar yang tak terampuni; (b) bersikap taat dan berbuat baik kepada kedua orang tua yang memiliki andil besar dalam kelangsungan hidup setiap anak manusia.

Tafsir Q.S. Luqman/31: 13-14
Ayat tersebut mengandung pengertian bahwa hendaknya kita saling menasihati. Apabila di antara kita ada yang lengah dan akan berbuat kemaksiatan atau kejahatan atau pun kemusyrikan atau yang lainnya, kita berkewajiban mengingatkannya.
Dalam hadis ditegaskan, jika kita melihat suatu kemungkaran maka kita diperintahkan untuk mengingatkannya dengan tangan atau kekuasaaan, jika tidak mampu, maka dengan menggunakan lisan, dan jika dengan lisan juga tidak mampu, hendaknya dengan mendoakannya agar tidak jadi melakukan kemaksiatan atau kemungkaran.

Perilaku saling Menasehati dan Berbuat Baik dalam Kehidupan
Agama Islam mengajarkan supaya pemeluknya saling menasehati dan berbuat baik terhadap siapa saja. Bahkan kepada makhluk lain pun harus berbuat baik karena saling menasihati dan berbuat baik itu banyak manfaat dan hikmahnya. Di antara manfaat dan hikmat disyariatkan saling menasihati dalam kebaikan itu adalah sebagai berikut.
1. Mempererat hubungan antara sesama
Nasihat menasihat antara sesama itu dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sehingga dapat mempererat hubungan antara satu
dengan yang lainnya.
2. Tergolong orang yang tidak rugi dalam hidupnya.Orang yang saling menasihat dalam kebaikan itu tidak akan rugi dalam hidupnya. Hal ini dijelaskan dalam Surah al-‘Asr.
3. Selalu terkontrol
Akan teringat jika akan berbuat kemaksiatan, sehingga tidak jadi berbuat kemaksiatan, karena diingatkan oleh temannya. Akan memperoleh pahala dari Allah Swt, karena nasihat
menasihati itu melaksanakan perintah Allah Swt. Sebagaimana diamanahkan dalam surah al-‘Asr ayat 1-3.

Hikmah dan Manfaat Saling Menasehati
Dalam al-Qur’an surah al-‘Asr, Allah Swt. menjelaskan kepada kita tentang ciri orang beriman, yaitu orang-orang yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Artinya, setiap muslim beriman hendaknya berupaya semaksimal mungkin untuk saling mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada hal yang akan mendekatkan kepada Allah Swt. dan, melarang dari perbuatan yang tidak disukai Allah Swt.
Salah satu hikmah mengapa kita harus saling menasihati adalah karena setiap orang mendambakan keselamatan hidup. Keselamatan dari kerusakan dari hal-hal yang membahayakan dirinya, lahir atau batin. Harus ada yang memberitahukan kepada kepada kita tentang hal-hal yang tidak kita ketahui tersebut. Pemberitahuan itulah yang  menjadi sebuah nasihat, masukan, atau kritikan. Sungguh sangat penting sebuah nasihat dalam kehidupan agar kita tahu kekurangan kita dan segera memperbaikinya.
Sayangnya, di antara kita masih belum siap menerima kritikan atau nasihat dari orang lain. Terlebih jika orang yang memberi nasehat itu kita anggap lebih rendah dari kita, sehingga langkah awal kita untuk mengamalkan ayat di atas adalah berusaha menerima kritikan atau saran dari siapa pun tentang diri kita tanpa melihat dari siapa yang mengeluarkan nasehat tersebut.
Kita harus selalu bahagia ketika ada yang memberikan saran kepada kita. Ibarat cermin kita selalu ingin tampak rapi di depan cermin. Jika ada yang berantakan tanpa segan kita membetulkannya. Kita tidak kesal dengan cermin yang menampilkan bayangan kita yang berantakan.
Justru kita tetap merapihkan bagian yang kurang bagus. Begitulah orang yang selalu senang menerima kritikan dari orang lain. Ia akan berterima kasih, bukannya marah atau kesal. Yang ia lakukan selanjutnya adalah segera memperbaiki kekurangan yang disebutkan itu, seperti saat ia lantas merapikan dirinya di depan cermin.
Seandainya setiap orang mampu bersikap seperti ini, yaitu senang menerima kritikan dan segera memperbaikinya, tentu setiap akhlak, perilaku kita dapat terjaga. Begitu ada yang salah dengan sikap kita, orang yang lain sigap memberitahukannya. Mudah-mudahan suatu saat kita memiliki lingkungan seperti ini. Inilah hidup jika saling menasehati,
Insya Allah Swt.

Sumber: Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII, Kementerian Agama R.I, 2019. 


TUGAS:
1. Salinlah kembali Q.S. Luqman ayat 13-14 lengkap dengan terjemahannya
2. Bacalah Q.S. Lukman ayat 13-14 tersebut dan videokan

LINGKUP MATERI ESENSIAL PAI SMA SMK DALAM PJJ








Lingkup Materi Esensial Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
dalam Pembelajaran Jarak Jauh
Jenjang SMA/SMK


                                 

    KELAS X SEMESTER 1

    1.   Indahnya Persaudaraan dan Perdamaian Q.S. Al-Hujurat(49): 10 dan 12.
2.   Mengenal Allah Swt, melalui Asmaul Husna.
3.   Berbusana sesuai dengan syariat Islam.
4.   Jujur Wujud Keimanan
5.   Sumber Hukum Islam
6.   Meneladani Dakwah Rasullullah Saw periode Makkah

    KELAS X SEMESTER 2

    1.   Hindari Zina dan Pergaulan Bebas  Q.S. Al-Israa(17):32 dan Q.S. An-Nur(42):2
2.   Beriman kepada Malaikat
3.   Haji, Zakat dan Wakaf wujud kepedulian sosial
4.   Bersemangat menuntut ilmu, mengamalkan dan menyebarkankan.
5.   Meneladani Dakwah Rasulullah Saw. Periode Madinah

     KELAS XI SEMESTER 1

    1.   Menghormati orang tua dan guru Q.S. Al-Israa(17):23
2.   Iman kepada Kitab Allah.
3.   Berani menegakkan Kebenaran dan Kejujuran.
4.   Pengurusan Jenazah sesuai dengan syari’at Islam.
5.   Menjalin kebersamaan dengan saling menasehati.
6.   Perkembangan Islam pada Masa Kejayaan.

     KELAS XI SEMESTER 2

     1.   Indahnya Toleransi dan bahaya kekerasan Q.S. Yunus(10): 40-41, Q.S. Al-  Maidah(5):32
2.   Taat, berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja.
3.   Iman Kepada Rasul Allah
4.   Praktik Ekonomi dalam Islam.
5.   Perkembangan Islam pada masa modern

     KELAS XII SEMESTER 1

     1.   Saling menasehati dalam kebaikan Q.S. Luqman(31):13-14
2.   Iman Kepada Hari akhir
3.   Sikap Optimis wujud iman kepada Qadha dan Qadar.
4.   Berpikir Kritis
5.   Menciptakan Kedamian dengan Musyawarah

     KELAS XII SEMESTER 2

     1.   Ihsan ciri pribadi Islami
2.   Indahnya membangun keluarga sesuai dengan ajaran Islam.
3.   Ketentuan Waris dalam Islam
4.   Perkembangan Islam di Indonesia
5.   Perkembangan Islam di Dunia
  


REVIEW 43 TAHUN MONUMEN KEMBAR MTQ 1977: DARI ALUMNI UNTUK UMAT





Masyarakat Sulawesi Utara tentu memiliki kebanggaan tersendiri bahwa nilai-nilai toleransi yang kini dipegang telah lama dipraktekkan di daerah Nyiur Melambai. Nilai ini menjadi sebuah cara pandang dalam bermasyarakat yang siap menerima perbedaan dalam bentuk apapun. Betapa tidak, dengan persentase muslim yang tidak begitu banyak, Kota Manado mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi pelaksanaan sebuah even Nasional dan bergengsi bertajuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke X tahun 1977. Acara yang dibuka langsung Presiden R.I Soeharto ketika itu betul-betul mampu menyedot perhatian khalayak dan memunculkan beragam apresiasi positif bagi Kota Manado khususnya dan provinsi Sulawesi Utara  pada umumnya.
Sesuai arahan Presiden Soeharto dalam sambutannya yang menekankan pada aspek kerjasama antar umat dalam mencapai kehidupan religius berdasarkan Pancasila, pelaksanaan MTQ ke X tahun 1977 menjadi sebuah tonggak sejarah bagi terhindarnya eksklusifisme beragama. Guna mengenang momentum terbaik itu, didirikanlah Islamic Center dan Pesantren Lembaga Pendidikan Islam-Pondok Karya Pembangunan sebagai sebuah “Monumen Kembar” yang diresmikan pada 1978. Sejak saat itu, mulailah sebuah proses panjang kaderisasi generasi Islam yang moderat dan mengedepankan nilai-nilai toleransi yang tinggi di berbagai penjuru bumi ini.
Pola pendidikan pesantren dengan Kiay sebagai sentralnya ketika itu pada akhirnya mampu melahirkan generasi-generasi yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan zamannya. Penerapan kurikulum yang tidak semata mengunggulkan sisi kognitif semata kemudian menjadikan 28 orang generasi “assabiqunal awwalun” tetap survive menjalani kehidupan pesantren yang “keras”. Kurikulum yang juga menitik beratkan pada life skill atau kecakapan hidup menjadikan pesantren ini semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan untuk menempa manusia-manusia unggul dan mampu menghadapi tantangan zamannya.
Empat dekade bukanlah waktu yang singkat untuk berproses dan bersimbiosis mutualisma dengan lingkungan. Ribuan alumni yang tangguh dan kapabel itu bisa ditemui pada berbagai instansi pemerintah maupun swasta dengan berbagai profesi. Baik sipil maupun militer, mulai dari RT, Kepala Lingkungan, Lurah, Kepala Desa, Camat hingga calon Wakil Bupati. Jangan ditanya berapa banyak alumni yang mengabdi di masjid menjadi Imam, Pegawai Syar’i, Badan Takmir Masjid, Kepala KUA hingga Pengacara, Hakim dan Jaksa serta Ketua Pengadilan.  Entah berapa banyak pula alumni yang berkecimpung dalam dunia pendidikan sebagai penulis, peneliti, guru, dosen, dan Widya Iswara. Bahkan era pandemic covid-19 pun mencatat ada alumni pesantren LPI-PKP di garda terdepan sebagai petugas medis. Profesi boleh saja berbeda namun prinsip utama yang dipegang untuk menerima berbagai perbedaan sebagai suatu anugerah Ilahi tetap menjadi nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat.
LPI-PKP menjadi satu-satunya pesantren di Sulawesi Utara yang masih istiqamah atau konsisten dengan “santri mukim”. Disaat pesantren lain mulai melonggarkan aturan mukim bagi santri, pesantren ini tetap mempertahankan ciri khas pesantrennya dan tidak bisa ditawar-tawar. Latar belakang yang berbeda dan beragam dalam kehidupan pesantren menjadi sebuah pelajaran berharga bagi santri ketika kembali ke masyarakat yang tingkat perbedaannya tentu lebih besar lagi. Semoga dengan usia 43 tahun ini ribuan alumni pesantren LPI-PKP tetap mampu memberikan sesuatu yang sangat bermakna, bagi masyarakat dalam berbagai profesi dan jabatan yang diembannya. Masa depan pesantren ada di tangan alumni… Milad Barokah pesantrenku.

Kamis, 18 Juni 2020

TANGSI BELANDA SIAK

Image may contain: Supriadi, standing, beard and outdoor

Inilah peninggalan Kolonial Belanda di tepi sungai Siak. Sebuah bangunan tua di kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura yang sangat menarik perhatian. Bangunan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda itu khas, sebagaimana bangunan eropa pada zamannya.

Bangunan tua itu adalah Tangsi Militer Belanda yg dibangun pada 1860, lebih tua dari bangunan Istana Siak.Sedikitnya ada 6 gedung di sana.

Sejak Belanda hengkang dari Tanah Air, hanya ada 2 pasukan yang sempat memanfaatkan bangunan itu.

Dalam sejarahnya, tangsi Belanda ini berfungsi sebagai tempat perlindungan dan pertahanan bagi tentara Belanda di masa lalu. Setidaknya ada enam unit bangunan yang membentuk formasi melingkar hingga terdapat halaman di dalamnya dengan beragam fungsi yang meliputi penjara, asrama, kantor, gudang senjata, dan logistic.
Ada dua bangunan utama dan ada dua bangunan pendukung seperti kamar mandi yang masih tegak. Inilah bangunan yang masih berdiri kokoh di bangun diperkirakan tahun 1860 silam.
Gedung utama bercat putih dengan dua lantai yang ukurannya sekitar 18 meter x 9,6 meter dengan lorong pintu masuk membentuk setengah lingkaran. Ada anak tangga terbuat dari papan menuju ke atas dengan lantai kayu. Hanya saja kini kayu asli bawaan Belanda itu sudah dipugar dengan tetap menggunakan kayu.
Seluruh ruangan di gedung utama ini, masih terlihat kosong. Di lantai atas kita bisa melihat indahnya bantaran sungai Siak. Jendela bangunan ini juga cukup tinggi. Ukuran lantai ke langit-langit mencapai 4 meter sehingga ruangan ini sejuk. Rerumputan hijau juga menambah indah di halaman depan. Seberang Tangsi Belanda, saat ini ada Kantor Koramil.
Di gedung bagian depan ini juga ada sumur tua yang masih aktif, ada ruangan dapur, ada ruangan pos penjagaan yang melekat dalam satu bangunan. Dulunya ini sebagai kantor sekaligus benteng pertahanan Belanda saat masih berkuasa. Komplek bangunan ini lebih tua dari Istana Siak yang dibangun 1889 silam yang letaknya diseberang bangunan Belanda ini.

Di bagian belakang bagian gedung utama, berjarak sekitar 15 meter juga ada bangunan dengan ukuran yang sama bercat ke kuningan berlantai dua. Dulunya ini berfungsi sebagai kantor pertahanan. Di sela jarak ini, sisi kanan dan kiri ada dua sumur dan kamar mandi.

Di bagian belakang, dulunya ada gudang senjata namun telah rubuh. Kini hanya dibangun tiang--tiang pondasi berukuran tinggi sekitar setengah meter sebagai ujud pengganti tanpa bangunan lama. Malam hari pondasi ini akan terlihat indah karena ada lampu bersinar di bawahnya.

Ruang paling belakang, kini sudah ada bangunan baru berbentuk barak. Namun aslinya sudah hancur tertelan zaman. Kini difungsikan kembali dengan bangunan yang tetap menyerupai bentuk aslinya dengan berdinding papan. Di sebelah bangunan barak serdadu Belanda ini ada bangunan pelabuhan untuk kapal-kapal perang Belanda

Pada 1942 Belanda diusir pasukan Jepang dari nusantara. Sejak itu pula pasukan Jepang memanfaatkan bangunan-bangunan tsb.
Semua kepentingan bisnis Belanda di Siak diambil alih oleh Jepang. Namun pasukan Dai Nippon itu hanya bertahan 3,5 tahun di sana.

Siak, 18 Juni 2014
#tripofkakippy
 — in Kota SIAK SRI INDRAPURA.

MESJID RAYA SYAHABUDDIN SIAK

Image may contain: one or more people, people standing and outdoor


Perjalanan panjang dari Pekanbaru ke Siak memberikan banyak pengalaman berharga. Ada yang dilihat dan dinikmati sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. diantaranya adalah Mesjid Sultan atau Mesjid Raya Syahabuddin . Mesjid ini dibangun pd masa Sultan Siak XII (Sultan Syarif Kasim ll) pd tahun 1927 n selesai thn 1935 dgn arsitektur bercirikan Eropa dan Timur Tengah (Turki). Terletak 500 m di depan Istana Siak. Inilah Masjid yang menjadi saksi sejarah hadirnya Kerajaan Melayu Siak Sri Indrapura di Sumatra Timur (sekarang masuk Provinsi Riau).
Entah mengapa sultan memberikan nama masjid dengan menggunakan kata dari dua bahasa sekaligus, yaitu syah (bahasa Persi yang berarti ‘penguasa’) dan ad-din (bahasa Arab yang berarti ‘agama’)- Barangkali sultan ingin menegaskan bahwa Kerajaan Siak Sri Indrapura yang dipimpinnya adalah sebuah kerajaan Islam. Dan, ia sendiri selaku sultan (raja), bukan hanya menjadi penguasa negara atau pemerintahan saja, tetapi juga sekaligus menjadi penguasa agama. Tentu yang di- maksud adalah pernimpin agama atau yang lazim disebut imam.


Memang demikianlah tradisi yang berlaku secara turun-temurun dalam sebuah kerajaan Melayu. Dan, Siak Sri Indrapura sebagai salah satu di antara puluhan Kerajaan Melayu yang pemah berjaya, telah berupaya menjaganya. Doktrin atau falsafah yang menjadi dasar negara Kerajaan Siak Sri Indrapura adalah Islam-Melayu-Beraja.

Dalam konteks kenegaraan, Islam diakui sebagai agama resmi kerajaan (negara). Melayu sebagai entitas, yakni sebuah kesatuan sosial mencukupi pengertian kebangsaan, bahasa, dan kebudayaan. Sedangkan, beraja adalah satu penegasan bahwa bentuk pemerintahan negara adalah kerajaan dengan raja sebagai kepala negaranya.

Terbukti selama sekian abad doktrin Islam-Melayu-Beraja ini mampu menjadi perekat persatuan suku bangsa-suku bangsa di pesisir Nusantara, kita tidak dapat memungkiri peranan Kerajaan Melayu yang menjadi “benteng” kebudayaan dan bahasa Melayu. Bukan sesuatu yang diametral atau bertolak belakang.

Atas dasar asumsi itu, Sultan Siak amat memperhatikan perkembangan dakwah Islam. Meskipun dana pembangunan Masjid Syahbuddin ini tidak sepenuhnya dari kas kerajaan, tetapi takmir ‘pengelola’ masjid ini diangkat oleh sultan. Di masa pemerintahan Sultan Syarif Qasim, yang menjadi ketua takmimya adalah Mufti Haji Abdul Wahid dan kemudian digantikan oleh Faqih Abdul Muthalib. Sedangkan, sekarang ini dikelola oleh pengurus yang ditetapkan berdasarkan musyawarah kaum muslimin.

Dalam usianya yang sudah lebih dari setengah abad, Masjid Syahbuddin ini telah beberapa kali mengalami perbaikan (renovasi) ringan dan penambahan bangunan, antara lain teras di samping kanan dan kiri masjid. Yang tidak kalah menariknya, masjid ini dahulunya terletak sekitar 100 meter dari Sungai Siak. Tetapi, karena terjadi keruntuhan pada tebing sungai maka jaraknya tinggal 25 meter saja.

Siak, 18 Juni 2014

Sabtu, 13 Juni 2020

PANDUAN MERAWAT JENAZAH COVID 19


Protokol Pengurusan Jenazah Pasien COVID-19

Jenazah pasien Covid-19 termasuk jenazah yang berisiko tinggi menularkan virus yang diidapnya. Oleh sebab itu, perlu perawatan khusus yang berbeda dengan perawatan jenazah pada umumnya. Perawatan jenazah pasien Covid-19 hanya dapat dilakukan oleh petugas dari rumah sakit. Seluruh petugas yang terlibat dalam proses perawatan jenazah sejak dari memandikan sampai dengan penguburan harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sesuai standar medis dan tetap berhati-hati serta menjaga kebersihan maupun sterilitas diri, peralatan dan tempat atau lingkungan yang digunakan untuk proses perawatan jenazah hingga selesai penguburan. Tuntunan perawatan ini dilakukan untuk jenazah pasien Covid-19, baik yang meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif maupun yang belum terkonfirmasi positif tetapi menunjukkan gejala yang sama dengan gejala Covid-19 sebelum meninggal dunia.

1. Memandikan jenazah

a. Jenazah dimandikan dengan cara disiram atau disemprot dengan air dan cairan disinfektan dari jarak tertentu yang aman dari risiko penularan. Dimulai dengan menyiram/menyemprot anggota wudu dan setelah itu dimulai lagi dari anggota badan sebelah kanan.

b. Sedapat mungkin petugas tidak menyentuh tubuh jenazah dan menghindari cairan tubuh jenazah yang keluar dari mulut, hidung, mata, anus, kemaluan dan luka di kulit.

c. Jenazah laki-laki dimandikan oleh petugas laki-laki, jenazah perempuan dimandikan oleh petugas perempuan. Dalam keadaan darurat, petugas laki-laki boleh memandikan jenazah perempuan, demikian pula sebaliknya, dengan syarat aurat jenazah ditutup dengan kain atau selainnya yang dapat menutup aurat/alat vitalnya.

d. Dalam keadaan darurat yang menuntut untuk tidak memandikan jenazah, maka jenazah tidak perlu dimandikan.

2. Mengafani jenazah

a. Sebelum dikafani, jenazah dibungkus dengan plastik atau bahan serupa yang kedap udara.

b. Jenazah dikafani dengan 1 (satu) lembar kain kafan warna putih atau warna lain yang menutup seluruh tubuh. Apabila memungkinkan, jenazah laki-laki dikafani dengan 3 (tiga) lembar kain kafan dan jenazah perempuan dikafani dengan 5 (lima) lembar kain kafan

c. Setelah dikafani, jenazah dibungkus lagi dengan plastik atau bahan serupa yang kedap udara untuk yang kedua kalinya.

d. Jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang sesuai standar medis.

e. Jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu, dengan sebisa mungkin langsung dihadapkan ke arah kiblat.

f. Peti jenazah ditutup rapat-rapat agar tidak bisa dibuka kembali.

3. Menyalatkan Jenazah

a. Shalat jenazah boleh dilakukan di tempat steril di rumah sakit atau lokasi perawatan jenazah dengan izin dan pengawasan dari petugas rumah sakit.

b. Shalat diutamakan hanya oleh pihak keluarga secara sangat terbatas, dengan tetap menjalankan seluruh protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19, seperti tidak berkerumun, menjaga social distancing dan physical distancing, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan, baik sebelum maupun sesudah shalat.

c. Dalam keadaan darurat, shalat jenazah dapat dilakukan di kuburan setelah jenazah selesai dikuburkan, dengan tetap menjalankan seluruh protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19 di atas.

4. Menguburkan Jenazah

a. Jenazah harus dikubur selambat-lambatnya 4 (empat) jam setelah kematian.

b. Jenazah langsung dibawa ke tempat pemakaman tanpa ditransitkan di mana pun.

c. Jenazah dimasukkan ke liang lahat bersama peti jenazah tanpa membukanya.

d. Penguburan jenazah dilakukan dengan memperhatikan hal-hal yang dipandang perlu sesuai kedaruratan serta kelaziman yang dituntunkan.

Lain-lain

Takziyah di rumah duka pasien Covid-19 dilakukan dengan sangat terbatas dan tetap lengkap protokol kesehatan yang kompatibel dengan Covid-19 disetujui perbaikan di atas. Dalam keadaan darurat, takziyah dicukupkan dengan ucapan selamat sungkawa mendapat media yang berani atau teknologi informasi.

Tradisi-tradisi yang selama ini berjalan di masyarakat terkait dengan kematian dunianya seseorang tidak perlu dilakukan, demi terlaksananya seluruh protokol kesehatan yang terkait dengan Covid-19, seperti tidak berkerumun, jarak sosial dan jarak fisik , serta privasi dan lingkungan.

Disarikan dari sumber-sumber:

1. Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 02 / EDR / I.0 / E / 2020 tentang Tuntunan Ibadah pada Masa Darurat Covid-19

2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 300 / Menkes / SK / IV / 2009 tentang Pedoman Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza Menteri Kesehatan Republik Indonesia

3. Surat Edaran Nomor P-002 / DJ.III / Hk.00.7 / 03/2020 tentang Imbauan dan Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam

4. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah ( Tajhiz al-Jana'iz ) Muslim yang Terinfeksi Covid-19

Dikutip dari : https://fatwatarjih.or.id/tuntunan-merawat-jenazah-pasien-covid-19/

Selasa, 26 Mei 2020

PAS KELAS XI SMANSA 2020



SMAN 1 MANADO Profile | DBL ID


PENILAIAN AKHIR SEMESTER T.A. 2019/2020
SMA NEGERI 1 MANADO
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

KELAS XI MIPA, IPS, BAHASA


Jawablah soal-soal berikut dengan baik dan benar!



1.      Tuliskan 2 Tokoh yang memelopori gerakan pembaruan Islam di dunia!
2.      Tuliskan 2 Tokoh Pembaruan Islam di Indonesia!
3.      Tuliskan 2 perilaku yang dapat dijadikan cerminan terhadap penghayatan akan sejarah perkembangan Islam pada masa pembaruan!
4.      Tuliskan pelajaran penting dari Q.S. Yunus ayat 41!
5.      Jelaskan toleransi yang dicontohkan Nabi Muhammad saw.!


Catatan:
1. Isilah daftar hadir yang sudah disiapkan
2. Tugas ditulis rapi di atas kertas dengan mencantumkan nama dan kelas.
3. Selesai dikerjakan, pada bagian akhir dibubuhi ditandatangani orang tua/wali
4. Waktu pengiriman via WA sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan